Daftar Blog Saya

Laman

Selasa, 26 Juli 2011

Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian

Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian


Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian…”
Pernah dengar pernyataan seperti ini? Mungkin pernah, mungkin juga belum.
Yuk kita berpikir dan merenung sejenak!!
Bagaimana selama ini anda survive? Digaji dengan angka tertentu, padahal bisa bekerja lebih baik dan lebih bernilai. Ataukah, membangun usaha di mana
anda sendirilah yang mengukur berapa yang harus anda raih untuk usaha anda…?
Sebuah pertanyaan yang terus menggelayut dalam pikiran ini, apakah kita akan terus dalam kondisi yang sama dalam segi penghasilan…?
Sekarang marilah kita renungkan mengapa dianjurkan jangan mau seumur hidup jadi orang gajian. Bayangkan berapa gaji yang akan anda peroleh setiap bulannya, berapa total setahunnya, dan berapa anda digaji setiap jamnya? juga renungkan apa yang dapat anda lakukan dengan penghasilan sebesar itu? apa yang dapat anda
belanjakan setiap bulannya? dan berapa sisa yang dapat anda tabung?
Anda tau tukang bakso saja bisa lebih sukses dan kaya dari kita, padahal mungkin tidak berpendidikan tinggi atau memiliki gelar yang mentereng. dan apakah anda juga tahu seberapa besar kemungkinan penghasilan yang bisa anda raih jika
anda sedikit lebih berani dan kreatif?
Ups…ini bukan iklan MLM atau yang sejenisnya…yang menjanjikan penghasilan
melimpah hingga ratusan juta rupiah setiap bulannya. Tapi bukannya tidak mungkin…. jika anda beranjak dari posisi anda saat ini dan
 mulai merancang
hidup dan penghasilan anda hingga 5, 10, 20 tahun mendatang.
Buat anda yang masih kuliah, apa yang akan anda lakukan setelah anda lulus..?
Menenteng-nenteng ijazah kuliah keluar masuk perkantoran dan melamar lowongan yang ada. Anda yakin anda diterima? ya…mungkin saja…namanya juga usaha. Lalu berapa lama anda akan membopong ijazah anda hingga anda
akhirnya diterima? 1 bulan, 2 bulan…1 tahun…?
” Saat ini jumlah penganggur sudah mencapai 45,2 juta. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.650.000 orang penganggur terdidik lulusan perguruan tinggi…”
Coba kita renungkan saat itu jika anda melakukan sesuatu, ya selama satu tahun itu….berusaha mencari peluang yang dapat memberikan penghasilan kepada anda… berapa kira-kira yang anda akan dapatkan…? Kira-kira apa yang terbesit dalam benak anda? Usaha apa yang akan anda jalankan? Berapa penghasilan rata-rata perbulan yang akan anda rancang?
Belum terpikirkan…..?
Kalau demikian mulailah berpikir, sudah cukup banyak pengangguran berijazah saat ini. Jangan jadikan daftar penganggur bertambah lagi dengan masuknya nama anda di dalamnya. Jadikan diri kita bagian dari solusei untuk mengurangi pengangguran tersebut.
Hanya sebagai contoh kecil…
Ada teman saya yang lumayan pintar, dan banyak juga rekan-rekan kita yang seperti beliau ini…
mengisi waktunya dengan mengajar privat mata pelajaran tertentu. Dari situ ia mendapat pengahasilan per anak/4jam/minggu setiap bulannya sejumlah Rp. 300.000-500.000,-. Dan ternyata ia bisa menghandel 10 anak dan terus bertambah setiap tahunnya. berapa income yang ia peroleh perbulannya. 10x Rp.300.000,- = Rp. 3.000.000,- (ini angka minimal). Wow….sebuah angka yang cukup besar bagi seorang mahasiswa/fresh graduate.
Berapa gaji sarjana baru saat ini ketika baru diterima kerja? ga lebih dari Rp. 2.500.000,- bahkan ada yang hanya 1.000.000,-/bulannya. 
Dan anda tahu yang terjadi berikutnya, ketika anak didiknya semakin banyak ia lempar pesanan ngajar tersebut kepada rekan2 sekampusnya, dan dia mengelola mereka dalam sebuah lembaga privat, yang ia pimpin sendiri. Artinya ia telah memilikiperusahaan sendiri dengan income perbulan rata-rata Rp. 10jt.
Saat ini ia sudah memiliki kendaraan sendiri yang ia beli secara cash, walaupun
hanya sebuah motor Tiger dan rumah sendiri di daerah Tangerang. Ia saat ini baru lulus dan ketika ada tawaran dari sebuah perusahaan multi nasional, mentah2 ia tolak. kenapa ? karena gaji yang ditawarkan yang hanya Rp. 2.500.000,-.tidak ada apa2nya dibandingkan dengan penghasilan usahanya saat ini.
Ia memulai tanpa modal kapital, hanya dari sebuah
kesenangannya dalam mengajar, hubungan baik dengan rekan-rekannya, dan para dosen serta kemampuan melihat dan memanfaatkan peluang….
Lebih dari itu saat ini ia dipercaya sebagai direktur umum koperasi yang didirikan oleh jurusan tempat ia menimba ilmu, bekerja sama dengan para ahli dari berbagai bidang displin terapan teknik kimia, untuk kembali mencari peluang-peluang usaha yang tentunya tidak jauh dari bidang ilmunya saat ini. Itulah tantangan kita saat ini, bukan melamar kerja…melainkan menciptakan lapangan kerja dan usaha yang lebih variatif dan inovatif.
Bagaimana dengan Kita…?
Kalau kita memiliki keyakinan dengan kemampuan dan skill kita, kenapa tidak kita coba mulai rintis usaha kita sendiri ? kita yang jadi bosnya, kita yang menentukan seberapa besar penghasilan kita setiap bulannya, dan kita masih memiliki
kebebasan untuk melakukan segudang aktivitas lainnya, yang bisa saja aktifitas tersebut memiliki peluang untuk menjadi pintu rezeki yang melimpah bagi anda,
 …JIKA ANDA BERANI DAN KREATIF…
Jangan risaukan modal…dan lain sebagainya…karena pasti akan ada jalan keluarnya jika kita bersungguh-sungguh. Tanpa modalpun bisa kok. Syaratnya jadilah pemuda yang kreatif dalam melihat dan memanfaatkan peluang.
Good Luck Guys…. for all of us to get a better life.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar