Daftar Blog Saya

Laman

Selasa, 12 Juli 2011

Budidaya Ternak Jangkrik



       Dewasa ini binatang yang memiliki suara nyaring ternyata bermanfaat sebagai pakan alternative bagi burung dan unggas, bahkan ikan sekalipun. Ia adalah jangkrik yang memiliki banyak kandungan-kandungan vitamin dibadannya yang baik bila dikonsumsi oleh burung, tentunya dengan aturan-aturan pemberian dalam kesehariannya. Sementara itu factor tersebut dapat menjadi kegiatan ekonomi yang mendatangkan penghasilan yang cukup menguntungkan. Hal ini juga dipengaruhi oleh semarak dan makin gencarnya para pecandu lomba burung di berbagai wilayah.

Cara Pembudidayaan
       Agar persediaan dan kebutuhan akan jangkrik terpenuhi, maka seorang penghobis bisa membudidayakannya sendiri. Dengan cara, pertama membuat kandang pemeliharaan berbentuk kotak persegi panjang dengan ukuran sekitar panjang 240 cm x lebar 60 cm x tinggi 70 cm yang diisi oleh 2 sendok telur siap netas. Kadang pembudidayaan atau pemeliharaan ini menggunakan bahan material yang cukup gampang dicari seperti kayu lapis atau kaca. Bila kandang pembudidayaan tersebut sudah jadi, sebelumnya bagian dalamnya harus dilumuri atau dicat terlebih dahulu dengan menggunakan semen cair hingga kering. Karena kandungan semen tidak memiliki baud an sangat baik bagi perkembangan jangkrik tersebut. Media semen cair digunakan ketika akan memulai pembudidayaan jangkrik secara terus menerus. 

       Setelah itu, siapkan media hidup indukannya yang sudah siap bertelur atau bisa juga membeli telur dan langsung ditetaskan ditempat tersebut. Untuk satu kilo telur jangkrik biasanya  dipatok dengan harga antara Rp. 400.000 – Rp. 600.000. Bahan yang dipakai untuk media hidup jangkrik adalah menggunakan bahan limbah pengepakan telur ayam yang sudah tidak terpakai lagi, dengan cara disusun rapid an diberi jarak antara 1-2 cm, supaya dari rongga tersebut berguna untuk para anakan jangkrik yang menetas, sebagai tempat beristirahat. Tetapi bila dalam pembibitanya dengan telur, diusahakan telur-telur jangkrik tersebut selalu diberi semprotan air, supaya keadaan telur selalu terjaga kelembabanya. Setelah menetas segeralah anakan diberi pemanas listrik yang cukup dikarenakan anakan jangkrik rentan terhadap suhu lembab.

       Biasanya untuk satu kandang persegi telur jangkrik diisi sebanyak 200 gram, dengan waktu kurang lebih 1 – 1,5 bulan dan akan menghasilkan jangkrik dewasa sebanyak 15 – 20 kg, apalagi dengan modal yang minim pun akan menghasilkan keuntungan berlipat. Saat ini harga jangkrik dipasaran per 1 kg antara Rp. 25.000 – Rp. 50.000. Hal ini terbukti dari pengalaman peternak jangkrik, bahwa pembudidaayan jangkrik ini 99% akan berhasil dengan baik.

Pakan dan Hama Pengganggu
       Sementara itu, selama proses pengembangan dan meningkatkan laju pertumbuhan dari anakan hingga menjadi jangkrik dewasa, dalam keseharianya selalu diberikan makanan yang cukup antara lain dedak halus yang dicampur dengan hingga merata. Sedangkan untuk pemberian minumanya menggunakan sayuran yang memiliki kadar air cukup tinggi seperti sawi, pecai, sosin dan bakcoy.
       Selain itu dalam beternak jangkrik juga terdapat beberapa hama yang sering mengganggu antara lain, semut, cecak, kadal, lipan, kelabang dll. Cara mengantisipasinya yaitu dengan cara selalu mengontrol sekeliling kandang. Penjagaan thd kandang, juga bisa memanfaatkan oli bekas atau minyak tanah yang ditempatkan di keempat bagian kaki kandang dengan menggunakan kalen bekas atau mangkuk sebagai wadah penampungnya.

Sumber: Tabloid BnR Community

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar